Samarinda, Kaltimetam.id – Arus mudik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, mulai menunjukkan peningkatan. Kapal penumpang yang melayani rute Samarinda–Parepare, Sulawesi Selatan, bahkan harus diberangkatkan lebih awal dari jadwal semula setelah jumlah penumpang mencapai kapasitas maksimal yang diizinkan.
Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, mengatakan kapal yang berlayar pada rute tersebut awalnya dijadwalkan berangkat pada pukul 14.00 WITA, namun akhirnya dimajukan menjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Keputusan tersebut diambil setelah jumlah penumpang yang akan berangkat telah memenuhi kapasitas kapal.
“Jumlah penumpang awal sekitar 1.697 orang, kemudian masih memungkinkan penambahan sekitar 15 persen dari kapasitas dasar. Karena kapasitas sudah terpenuhi, maka keberangkatan kapal kita percepat,” ujarnya, Minggu (15/03/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang ini menandai mulai memasuki puncak arus mudik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Samarinda. Meski demikian, ia menilai jumlah pemudik tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Namun memang ada sedikit perubahan karena kondisi ekonomi yang naik turun, sehingga sebagian masyarakat mungkin memilih tetap tinggal di Samarinda,” jelasnya.
Meski begitu, pihak operator kapal masih menyiapkan dua jadwal keberangkatan tambahan dari Samarinda menuju Parepare pada Rabu dan Kamis untuk mengakomodasi penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman.
Setelah mengangkut penumpang dari Samarinda, kapal tersebut akan kembali berlayar dari Parepare menuju Samarinda sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kapal diperkirakan berangkat dari Parepare pada Selasa dan tiba kembali di Samarinda pada Rabu.
Selain faktor jumlah penumpang, percepatan jadwal keberangkatan juga mempertimbangkan kondisi alur pelayaran di muara Sungai Mahakam yang mengalami pendangkalan. Operator kapal harus menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi pasang surut air agar kapal dapat keluar dari muara dengan aman.
“Kita melihat kondisi arus air di muara. Karena ada pendangkalan di bibir muara, kapal harus berangkat saat air pasang agar pelayaran lebih aman,” kata Syahril.
Di sisi lain, pihak operator kapal juga mengimbau calon penumpang untuk menunggu di ruang tunggu pelabuhan sebelum waktu keberangkatan kapal. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan di atas kapal serta menghindari potensi risiko yang dapat terjadi jika penumpang terlalu lama berada di dalam kapal sebelum berlayar.
Menurut Syahril, apabila penumpang langsung naik ke kapal terlalu lama, ada kemungkinan muncul risiko seperti kebakaran akibat kelalaian penumpang, misalnya jika ada yang merokok di dalam kapal.
“Karena itu Pelindo menyediakan ruang tunggu di terminal pelabuhan. Penumpang dari daerah seperti Bontang, Sangatta, atau Muara bisa menunggu di sana sampai waktu keberangkatan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi bersama antara operator kapal, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pihak pengelola pelabuhan PT Pelindo untuk meningkatkan sistem pelayanan serta keselamatan penumpang selama musim mudik.
Dengan berbagai langkah pengaturan tersebut, pihak operator kapal berharap arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Samarinda dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman melalui jalur laut. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







