Libur Lebaran 2026 Diprediksi Picu Lonjakan Perjalanan ke IKN

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Yusliando. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Momentum libur Lebaran 2026 diperkirakan tidak hanya memicu arus mudik antar daerah, tetapi juga meningkatkan perjalanan masyarakat menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyusun berbagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran mobilitas selama periode tersebut.

Perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Kehadiran IKN dinilai membawa dampak terhadap arah pergerakan kendaraan di wilayah Kalimantan Timur.

Jika sebelumnya arus perjalanan lebih banyak didominasi perpindahan antar kabupaten/kota atau menuju luar provinsi, kini kawasan IKN mulai muncul sebagai tujuan baru, baik sebagai lokasi kunjungan maupun jalur lintasan perjalanan.

Kepala Dishub Kalimantan Timur, Yusliando, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap menaruh perhatian serius terhadap dinamika pergerakan masyarakat di daerah, meskipun secara nasional diperkirakan terjadi penurunan jumlah pemudik pada tahun ini.

“Secara nasional memang diperkirakan jumlah pemudik menurun, tetapi di daerah situasinya bisa berbeda. Kehadiran IKN berpotensi memicu perjalanan masyarakat ke kawasan tersebut,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas menuju IKN sebenarnya sudah terlihat pada beberapa momen libur sebelumnya.

Saat libur Tahun Baru, misalnya, terjadi lonjakan jumlah kendaraan yang melintas menuju wilayah sekitar IKN.

Pengalaman tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan pengelolaan transportasi pada masa Lebaran mendatang.

Berkaca dari kondisi tersebut, Dishub Kaltim mulai menyiapkan berbagai langkah koordinatif dengan sejumlah pihak terkait di sektor transportasi.

Koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk memastikan seluruh aspek teknis di lapangan dapat berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran.

“Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan transportasi terus dilakukan agar kesiapan operasional dapat dipastikan sejak awal,” katanya.

Dalam waktu dekat, rapat koordinasi lanjutan juga akan digelar di Balikpapan dengan fasilitasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan langkah berbagai instansi terkait dalam mengantisipasi potensi peningkatan arus kendaraan selama masa mudik dan arus balik.

Selain aspek koordinasi, keberadaan infrastruktur penunjang juga menjadi bagian penting dalam strategi pengaturan lalu lintas.

Salah satunya adalah pemanfaatan Jembatan Pulau Balang yang diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.

Infrastruktur tersebut diperkirakan mampu mengurangi kepadatan pada jalur penyeberangan Kariangau–Penajam yang selama ini menjadi salah satu titik utama mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Dishub Kaltim juga memastikan bahwa seluruh moda transportasi yang beroperasi di wilayah provinsi, baik transportasi darat, laut, maupun udara, telah menyatakan kesiapan untuk melayani kebutuhan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.

Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap penyelenggaraan transportasi pada Lebaran 2026 dapat berjalan dengan tertib dan lancar, sekaligus mampu mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan mengarah ke kawasan IKN.

“Kami ingin memastikan angkutan Lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar, sekaligus siap menghadapi potensi peningkatan perjalanan masyarakat menuju kawasan IKN,” tandasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id