Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Terkunci di Samarinda, Diduga Sudah Wafat Lebih dari Tiga Hari

Tim Inafis Polresta Samarinda dan PMI Kota Samarinda melakukan evakuasi penemuan mayat di dalam kamar yang terkunci di alan Mayor Jenderal S. Parman, Gang 2, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Jalan Mayor Jenderal S. Parman, Gang 2, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Kamis (26/3/2026).

Korban diketahui berinisial RI (68), ditemukan dalam kondisi membengkak di dalam kamar yang terkunci dari dalam. Penemuan ini pertama kali dilaporkan warga kepada pihak kepolisian sekitar pukul 18.44 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polresta Samarinda bersama tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Inafis, kondisi jenazah sudah membengkak. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari,” ujar Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata.

Ia menjelaskan, korban ditemukan di dalam kamar yang dalam kondisi terkunci, sehingga menimbulkan kecurigaan keluarga dan warga sekitar. Namun demikian, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun kami tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” tambahnya.

Korban diketahui tinggal bersama keluarganya di rumah tersebut. Namun menurut keterangan warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang terlihat beraktivitas di luar rumah.

Ketua RT 36 Kelurahan Sidodadi, Tirmidzi, mengatakan bahwa selama ini korban memang lebih sering berada di dalam rumah dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Dia jarang keluar rumah. Informasi dari keluarga, korban juga dalam kondisi sakit. Di rumah itu ada tiga orang yang tinggal,” ujarnya.

Tirmidzi mengakui bahwa kondisi tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga. Namun karena korban memang dikenal tertutup, tidak banyak warga yang mengetahui kondisi kesehariannya.

“Memang agak heran juga, tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena yang bersangkutan memang jarang keluar rumah,” singkatnya.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda bersama PMI Kota Samarinda ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk memastikan penyebab kematian secara medis. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id