Lahan Terbengkalai Eks SPBU Teluk Lerong Kini Disulap Jadi Kantong Parkir dan Ruang Kreatif Anak Muda

Lahan eks SPBU Teluk Lerong kini berubah menjadi Teluk Lerong Space (TLS) tempat nongkrong anak muda. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Lahan eks SPBU Teluk Lerong yang selama bertahun-tahun terbengkalai kini berubah wajah menjadi kawasan yang lebih tertib dan produktif. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda resmi memanfaatkan area tersebut sebagai pusat aktivitas baru, mulai dari kantong parkir Teras Samarinda hingga ruang berkumpul bagi anak muda dengan kehadiran sejumlah food truck UMKM lokal.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, menjelaskan bahwa pemanfaatan aset ini berawal dari kondisi lahan yang tak terurus dan kerap digunakan untuk aktivitas negatif.

Menurutnya, penataan ulang menjadi langkah penting agar fungsi lahan kembali memberikan nilai bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Ya, intinya gini, tadinya idenya itu seperti yang saya sampaikan sebelum-sebelumnya. Ex-SPBU itu kan terbengkalai. Izin sudah diberikan, aset itu kepada Varia Niaga untuk melakukan kerja sama pemanfaatan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Syamsuddin menyebut, fokus awal Perumda adalah merapikan area dan menciptakan ketertiban. Sebelum ditata, kawasan tersebut sering dimasuki pengunjung tanpa aturan jelas.

Kini, dengan adanya parkiran resmi serta aktivitas UMKM, masyarakat memiliki pilihan untuk parkir dan berbelanja di lokasi yang tertib, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang pertama kita ingin itu di situ tertib ya. Karena aset itu terbengkalai, sehingga orang-orang jadi nggak tertib. Di situ digunakanlah aset itu dengan hal-hal yang negatif. Sekarang orang parkir di dalam, belanja di dalam, dan dia tertib. Dan itu kan bermanfaat buat Kota Samarinda juga,” katanya.

Terkait dengan status lahan yang berada di kawasan sempadan sungai, Syamsuddin memastikan pemanfaatan yang dilakukan bersifat sementara.

Tidak ada pembangunan baru yang mengubah struktur permanen karena masih menunggu realisasi master plan milik Pemerintah Kota Samarinda.

“Itu temporary ya, bukan fix, karena bangunan itu sudah ada. Itu kita manfaatkan tidak lain untuk memperbaiki tatanan yang ada di sana supaya terlihat lebih baik. Dan itu ke depannya juga sudah ada master plan dari pemerintah kota. Sambil menunggu waktu, kan alangkah baiknya dirapikan,” jelasnya.

Saat ini terdapat tiga food truck yang beroperasi di kawasan tersebut. Semuanya merupakan UMKM Samarinda yang telah melalui proses kurasi agar memenuhi standar kebersihan, kualitas produk, dan tampilan usaha yang layak. Kawasan ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha rintisan (startup) kuliner untuk berinovasi.

“Ada tiga. Dan itu semua UMKM yang berstandar lokal, dari Samarinda. Yang paling penting itu adalah putaran ekonomi ya, karena kita membuka ruang bagi para start up. Kita tidak ingin bahwa di Teras Samarinda itu kelihatan kumuh, UMKM-nya tidak berstandar, UMKM-nya tidak higienis, itu yang kita jaga,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id