Laga Panas Persija vs Persib Dipindah ke Stadion Segiri Samarinda, Polresta Kerahkan 620 Personel Pengamanan

Rapat pengamanan laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pertandingan sarat gengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 BRI 2026 dipastikan akan digelar di Stadion Segiri Samarinda pada Minggu, (10/05/2026).

Pemindahan venue pertandingan dilakukan setelah kondisi keamanan di Jakarta dinilai cukup rawan untuk pelaksanaan laga yang dikenal memiliki rivalitas tinggi tersebut.

Kick off pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 16.30 WITA. Meski lokasi pertandingan berpindah ke Samarinda, jadwal pertandingan tetap tidak mengalami perubahan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, keputusan pemindahan pertandingan ke Samarinda merupakan hasil koordinasi dan rekomendasi dari Mabes Polri serta operator Liga 1 di tingkat pusat.

“Pertandingan Persija melawan Persib yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Jakarta dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda pada tanggal 10 Mei 2026. Yang berubah hanya tempat pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurut Hendri, pertandingan Persija kontra Persib merupakan salah satu laga dengan tingkat fanatisme dan rivalitas tertinggi di Indonesia sehingga membutuhkan perhatian serius dari aparat keamanan.

Karena itu, Polresta Samarinda bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan rapat koordinasi lintas sektoral guna memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan optimal.

“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan pertandingan agar bisa berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” katanya.

Rapat tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Persija Jakarta, Borneo FC, TNI, Denpom, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, hingga unsur pengamanan internal stadion dan steward pertandingan.

Dalam pelaksanaannya nanti, aparat keamanan akan melibatkan sekitar 620 personel gabungan dari berbagai unsur pengamanan dan instansi pendukung.

“Personel yang kami siapkan sekitar 620 personel gabungan. Terdiri dari Polresta Samarinda, Satbrimob Polda Kaltim, Kodim 0901, Denpom, Damkar, Dinas Kesehatan, steward, security internal, hingga bantuan personel dari Polresta Kutai Kartanegara,” jelas Hendri.

Pengamanan akan difokuskan tidak hanya di area stadion, tetapi juga di sejumlah titik strategis lain yang berpotensi menjadi pusat keramaian suporter maupun jalur kedatangan penonton dari luar daerah.

Meski belum menerapkan sistem penyekatan secara penuh, Polresta Samarinda mengaku telah melakukan koordinasi dengan wilayah penyangga seperti Balikpapan untuk mengantisipasi pergerakan suporter.

“Untuk penyekatan saat ini belum ada, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan karena ada kemungkinan suporter datang melalui Balikpapan,” tuturnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persija Jakarta tetap berstatus sebagai tim tuan rumah meskipun laga berlangsung di Samarinda. Karena itu, sesuai regulasi PSSI dan operator Liga 1, hanya suporter tim tuan rumah yang diperbolehkan hadir di stadion.

“Yang hadir di stadion nanti adalah dari pihak tuan rumah, yaitu Jakmania,” tegas Hendri.

Pihak kepolisian juga mengaku telah melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan kelompok suporter Jakmania maupun Viking Borneo yang berada di Samarinda guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Menurut Hendri, kedua kelompok suporter tersebut menyampaikan komitmen untuk menjaga keamanan dan tidak memancing konflik selama pertandingan berlangsung.

“Dari Jakmania maupun Viking Borneo sudah kami sampaikan untuk sama-sama menjaga kondusivitas kamtibmas yang selama ini sangat baik di Samarinda,” katanya.

Ia menambahkan kelompok Viking Borneo juga menyatakan tidak akan hadir ke stadion karena memahami aturan bahwa Persib Bandung berstatus tim tamu.

“Viking menyampaikan mereka berkomitmen tidak hadir ke stadion karena memahami regulasi sebagai tim away,” tambahnya.

Sementara itu, panitia pertandingan disebut membuka sekitar 9.000 tiket untuk laga tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 7.500 tiket diperuntukkan bagi penonton umum dan 1.500 tiket dialokasikan untuk kelompok suporter Jakmania serta pendukung Persija lainnya.

“Untuk tiketing yang dibuka sekitar 9.000. Sebanyak 7.500 untuk penonton umum dan 1.500 untuk Jakmania,” jelas Hendri.

Meski masyarakat Samarinda tetap diperbolehkan membeli tiket pertandingan, sistem penjualan akan dilakukan secara ketat untuk memastikan penonton yang hadir sesuai regulasi dan tidak menimbulkan potensi konflik di dalam stadion.

“Tata cara pembelian tiket nanti diatur oleh SSO Persija bersama Jakmania Samarinda agar penonton yang hadir sesuai aturan,” katanya.

Pihak kepolisian memperkirakan sekitar 1.000 hingga 2.000 Jakmania akan datang langsung ke Samarinda untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Dengan tingginya tensi rivalitas dua klub besar Indonesia itu, aparat keamanan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan tertib agar pertandingan berjalan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti.

“Tujuan utama kami adalah memastikan pertandingan ini berjalan aman, tertib, dan kondusif untuk semua pihak,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version