Kursi Pesawat Hampir Penuh, Bandara APT Pranoto Nilai Arus Penumpang Nataru Tak Melonjak

Situasi terkini di Bandara APT Pranoto Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda menunjukkan tingkat keterisian kursi yang tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan lonjakan jumlah penumpang secara signifikan.

Pengelola bandara memproyeksikan pergerakan penumpang selama periode Nataru 2025–2026 cenderung stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah rute penerbangan yang beroperasi dari dan menuju Samarinda, serta keterbatasan armada pesawat secara nasional.

Kepala BLU UPBU APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan bahwa berdasarkan data pemesanan maskapai, tingkat keterisian kursi untuk lima hari ke depan hampir penuh. Meski demikian, jumlah penumpang yang dilayani secara keseluruhan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

“Dari sisi load factor memang terlihat padat. Namun, karena jumlah rute berkurang, maka pergerakan orang tidak mengalami lonjakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kadek menjelaskan, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah dihentikannya sejumlah rute penerbangan. Jika pada periode Nataru sebelumnya masih terdapat rute Samarinda–Makassar, pada akhir tahun ini rute tersebut tidak lagi beroperasi.

“Pengurangan rute ini berdampak langsung terhadap total penumpang. Jadi meskipun pesawat yang tersedia terisi penuh, volume penumpang secara keseluruhan tetap relatif sama,” jelasnya.

Tak hanya terjadi di Samarinda, kondisi serupa juga dialami sejumlah bandara di Indonesia. Menurut Kadek, keterbatasan armada pesawat nasional menjadi tantangan utama dalam mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan udara pada momen libur panjang.

Dari sekitar 568 armada pesawat yang terdaftar secara nasional, hanya sekitar 360 unit yang saat ini aktif beroperasi. Sisanya tengah menjalani perawatan atau tidak dalam kondisi siap terbang.

“Keterbatasan armada ini berdampak ke seluruh bandara di Indonesia, termasuk APT Pranoto. Inilah yang membuat pergerakan penumpang saat Nataru tahun ini cenderung stagnan,” katanya.

Meski demikian, pihak bandara memastikan kesiapan operasional tetap optimal. Koordinasi dengan maskapai, otoritas keamanan bandara, serta instansi terkait terus diperkuat guna memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan lancar, aman, dan nyaman selama periode Nataru.

“Kami tetap siaga penuh, baik dari sisi pelayanan, pengamanan, maupun keselamatan penerbangan. Fokus kami adalah memastikan penumpang tetap terlayani dengan baik meski dalam kondisi keterbatasan rute dan armada,” tegasnya.

Bandara APT Pranoto juga mengimbau calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal, memanfaatkan sistem check-in daring, serta memperhatikan jadwal penerbangan agar terhindar dari kendala selama masa libur akhir tahun. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id