Samarinda, Kaltimetam.id – Rencana percepatan pergantian Direktur Utama Bankaltimtara mulai menjadi perhatian publik menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 di Samarinda.
Isu ini mencuat di tengah masa jabatan Direktur Utama saat ini, Muhammad Yamin, yang sejatinya baru berjalan dua tahun sejak ditetapkan untuk periode 2024–2028 melalui RUPS Lainnya pada 5 April 2024.
Di tengah dinamika tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan jajaran direksi Bankaltimtara di Balai Kota.
Pertemuan itu sekaligus menjadi momen penyampaian undangan resmi RUPS beserta sejumlah agenda penting yang akan dibahas oleh para pemegang saham.
“Ya tadi kami menerima direktur utama dan rombongan di Balai Kota dari Bank BPD Kaltimtara untuk menyampaikan undangan RUPS pada tanggal 23 April 2026 ini,” ujarnya, Jum’at (3/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam agenda RUPS mendatang terdapat beberapa poin strategis yang akan dibahas, termasuk rencana penetapan jajaran direksi dan komisaris utama yang baru.
Namun, Andi Harun menegaskan bahwa seluruh keputusan nantinya akan ditentukan dalam forum resmi tersebut yang melibatkan seluruh pemegang saham dari berbagai daerah.
“Beberapa agendanya, di antaranya termasuk direncanakan penetapan direksi yang baru dan komisaris utama yang baru. Nanti seperti apa itu menunggu pada RUPS 23 April 2026 ini,” jelas Andi Harun.
Menurutnya, RUPS bukan hanya forum formalitas, melainkan ruang pengambilan keputusan bersama yang melibatkan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai pemegang saham Bankaltimtara.
Karena itu, segala pembahasan strategis, termasuk terkait posisi direksi, akan ditentukan secara kolektif.
Di sisi lain, mencuat pula isu mengenai harapan agar posisi Direktur Utama diisi oleh putra daerah Kalimantan Timur.
Namun, berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dua kandidat yang dinyatakan lolos justru bukan berasal dari daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, Andi Harun memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh. Ia menegaskan tidak ingin mendahului proses yang akan dibahas dalam RUPS.
“Saya tidak memiliki tanggapan khusus untuk itu, saya tidak ingin mendahului RUPS. Kita tunggu saja nanti pada saat RUPS,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Samarinda akan membawa pandangan tersendiri dalam forum tersebut.
Namun, materi yang akan disampaikan masih dalam tahap persiapan dan akan dibahas lebih lanjut menjelang pelaksanaan RUPS.
“Nanti pada saat RUPS itulah akan saya sampaikan beberapa pandangan dari Kota Samarinda,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







