Samarinda, Kaltimetam.id – Kapal penumpang KM Queen Soya yang berlayar dari Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, tiba di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, sekitar pukul 10.30 WITA, dengan membawa 350 penumpang. Kedatangan kapal tersebut menandai meningkatnya aktivitas transportasi laut menjelang periode mudik Lebaran.
Sejumlah penumpang tampak turun dari kapal dengan membawa berbagai barang bawaan setelah menempuh perjalanan laut yang cukup panjang dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan Timur. Sebagian besar penumpang berasal dari wilayah Bone dan Parepare, yang datang ke Samarinda untuk berbagai keperluan, mulai dari mudik hingga kembali bekerja.
Salah satu penumpang, Alimin (52), warga asal Bone, mengatakan dirinya memulai perjalanan dari daerah asal menuju Pelabuhan Parepare sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Samarinda menggunakan KM Queen Soya.
“Saya dari Bone berangkat kemarin sekitar jam dua. Dari Parepare naik kapal menuju Samarinda,” ujarnya, Minggu (15/03/2026).
Menurut Alimin, perjalanan yang ditempuh berlangsung lebih dari satu hari, namun kondisi perjalanan dinilainya tetap aman dan nyaman bagi para penumpang.
“Perjalanannya cukup lama, tapi masih aman dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke Samarinda bukan untuk bekerja, melainkan untuk keperluan keluarga. Ia berencana mengunjungi dan membersihkan makam orang tuanya yang berada di Samarinda.
“Saya ke Samarinda mau membersihkan makam orang tua,” jelasnya.
Alimin juga menyebut harga tiket perjalanan kapal dari Parepare menuju Samarinda berkisar Rp770 ribu, yang menurutnya mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tarif sebelumnya. Meski demikian, ia mengaku sudah cukup sering menggunakan transportasi laut untuk melakukan perjalanan ke Samarinda.
Selain Alimin, penumpang lain bernama Yanti, warga asal Bone yang berangkat melalui Pelabuhan Parepare, juga mengaku datang ke Samarinda untuk pulang ke kampung halaman sekaligus kembali bekerja.
“Saya dari Bone. Ke Samarinda mau pulang kampung sekaligus kembali kerja,” ujar Yanti.
Ia mengatakan harga tiket perjalanan yang dibayarkan sekitar Rp700 ribu. Setelah tiba di Samarinda, Yanti berencana menuju kediaman keluarganya di kawasan Suwandi.
“Saya mau ke rumah mama di Suwandi,” singkatnya.
Kedatangan kapal KM Queen Soya tersebut menunjukkan bahwa jalur transportasi laut masih menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Selain mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, kapal laut juga menjadi alternatif perjalanan bagi penumpang yang membawa barang bawaan dalam jumlah banyak.
Dengan semakin dekatnya perayaan Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di Pelabuhan Samarinda diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







