Samarinda, Kaltimetam.id – Lagi-lagi persoalan pelayanan kesehatan kembali menjadi perbincangan, bayi perempuan berusia 6 bulan dinyatakan meninggal dunia setelah hampir 3 jam diduga tidak mendapatkan pelayanan yang baik di rumah sakit Abdoel Wahab Sjahranie. Jumat (28/6/2024) sekitar Pukul 21.20 WITA.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Akhmed Reza Fachlevi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
“Ini bukan kasus pertama, sudah ada juga kasus sebelumnya terkait kurang maksimalnya pelayanan di rumah sakit milik Pemprov Kaltim ini,” ungkap Reza.
Reza mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan kondisi yang sering terjadi. Ia menyoroti pentingnya manajemen RSUD AWS untuk transparan terkait kejadian ini.
“Manajemen harus mengikuti prosedur pelayanan dan penanganan pasien yang seharusnya,” tegasnya.
Menurut Reza, pemerintah wajib memberikan pelayanan kepada warganya tanpa ada diskriminasi. Ia menekankan pentingnya mencari solusi dan langkah-langkah tepat untuk memperbaiki sistem pelayanan di RSUD AWS agar kejadian serupa tidak terulang.
Reza menekankan bahwa keselamatan dan kesembuhan pasien harus menjadi prioritas utama, tanpa membedakan antara pasien BPJS dan non-BPJS, miskin atau kaya.
Menyadari potensi ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan RSUD AWS, Reza mendesak Pemprov Kaltim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RSUD AWS guna memastikan kualitas pelayanan yang lebih baik bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







