Kasus Tongkang Tabrak Fender Jembatan Mahakam Ulu Masih Diselidiki, Polisi Pastikan Tak Ada Keterlibatan Oknum

Kapal Tongkang yang menyenggol Jembatan Mahakam Ulu. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Insiden tongkang bermuatan batu bara yang menabrak fender pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di perairan Sungai Mahakam, Kota Samarinda, pada Minggu (25/01/2026) masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan instansi terkait. Kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kejadian serta memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran.

Kasat Polairud Polresta Samarinda Kompol Rachmat Aribowo menjelaskan bahwa laporan awal insiden tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 06.30 Wita. Tak berselang lama, personel Satpolairud langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah menerima informasi, personel kami langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Hingga saat ini proses penyelidikan masih berjalan dan kami sudah meminta keterangan dari sekitar 13 orang saksi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden tersebut diduga bermula saat kapal tongkang BG Marine Power 3066 berada dalam posisi tambat di buoy di alur Sungai Mahakam. Namun, pada saat bersamaan, buoy tersebut dilaporkan tersenggol oleh kapal lain, sehingga menyebabkan tali buoy putus.

Putusnya tali tambat tersebut membuat tongkang bermuatan batu bara itu terlepas dari posisinya dan hanyut mengikuti arus Sungai Mahakam yang cukup kuat. Dalam kondisi tidak terkendali, tongkang terlebih dahulu menabrak fender pilar jembatan, sebelum akhirnya menyenggol bagian struktur Jembatan Mahakam Ulu.

“Tongkang tidak lagi terkendali setelah tali buoy putus. Dalam kondisi hanyut, tongkang menghantam fender terlebih dahulu sebelum menyenggol bagian jembatan,” jelasnya.

Di tengah proses penyelidikan, sempat beredar isu dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut, yang mencuat setelah tersebarnya rekaman komunikasi radio di media sosial. Menanggapi hal itu, kepolisian memastikan telah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disebut dalam rekaman tersebut.

“Kami sudah memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang ada dalam rekaman komunikasi yang beredar. Dari hasil klarifikasi yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya keterlibatan oknum aparat dalam kejadian ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa individu yang disebut dalam rekaman tersebut merupakan warga setempat berinisial D, yang saat kejadian dimintai bantuan oleh nakhoda kapal untuk melakukan pengamanan sementara di sekitar lokasi tambat. Warga tersebut juga telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Yang bersangkutan adalah warga setempat. Kehadirannya diminta oleh nakhoda kapal untuk membantu pengamanan sementara saat proses tambat. Semua sudah kami periksa,” ucapnya.

Saat ini, Satpolairud Polresta Samarinda masih melanjutkan pendalaman kasus dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama sejumlah instansi teknis, di antaranya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Koordinasi lintas instansi ini penting untuk menelusuri aspek teknis kejadian, seperti ketentuan jarak aman pelayaran, lokasi tambat, serta kondisi tali buoy yang digunakan. Semua aspek teknis tersebut akan kami dalami bersama instansi yang berwenang,” tuturnya.

Selain menelusuri penyebab teknis insiden, kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan pelayaran di sekitar Jembatan Mahakam Ulu. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut telah mengalami lebih dari satu insiden tabrakan kapal, sehingga menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan infrastruktur dan keselamatan pengguna sungai.

Rachmat menegaskan bahwa hasil akhir penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan analisis teknis selesai dilakukan.

“Kami pastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan transparan. Setiap temuan akan kami sampaikan sesuai dengan fakta yang ada,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id