Imbas Terowongan Samarinda, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Depan RSJD Atma Husada

Suasana jalan rusak akibat proyek trowongan Samarinda di depan RSJD Atma Husada. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pembangunan megaproyek terowongan Samarinda, yang mencakup sisi Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap, masih terus dikebut.

Terowongan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan Gunung Manggah.

Targetnya pada akhir tahun 2024, kedua sisi terowongan dapat saling terhubung. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengklaim bahwa pengerjaan proyek ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Namun proyek ini menyebabkan kerusakan jalan di depan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada di Jalan Kakap.

Tingginya mobilitas kendaraan bongkar muat material untuk pembangunan terowongan telah membuat jalanan menjadi rusak.

Kondisi ini menjadi perbincangan dan menuai keluhan dari masyarakat sekitar, termasuk pegawai rumah sakit. Jalan menjadi becek setelah hujan dan berdebu saat cuaca panas.

Meskipun pengecoran jalan sempat dilakukan untuk memudahkan kendaraan roda dua melintas, upaya ini dinilai belum cukup.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Kakap sudah masuk dalam rencana masterplan.

Namun, perbaikan tidak bisa dilakukan saat ini karena alat berat masih beroperasi di area tersebut.

“Kalau dalam rencana masterplan akan diperbaiki, tapi kalau diperbaiki sekarang kan tidak mungkin,” ungkapnya.

Desy khawatir perbaikan sekarang akan membuang anggaran, sehingga lebih baik menunggu hingga pengerjaan terowongan selesai.

Ia memastikan bahwa perbaikan Jalan Kakap dan Jalan Sultan Alimuddin akan dilakukan setelah terowongan selesai.

“Tunggu terowongannya selesai dulu, tapi sekarang masih bisa dilewati masyarakat. Pasti kami perbaiki, tidak mungkin kita biarkan begitu saja,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan belum disiapkan, karena fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pembangunan terowongan agar sesuai target pengerjaan.

“Ini kan termasuk penunjang, tapi fokus ke terowongannya dulu,” pungkas Desy.

Masyarakat diharapkan bersabar hingga proyek terowongan rampung, dengan janji bahwa jalan yang rusak akan segera diperbaiki setelahnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id