Samarinda, Kaltimetam.id – Di tengah hasil pahit yang kembali menimpa PSM Makassar, satu nama justru mencuri perhatian publik Stadion Segiri. Kiper Hilman Syah tampil luar biasa saat PSM takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda pada lanjutan BRI Super League 2025/2026, Sabtu (3/1/2026). Deretan penyelamatan krusial yang dilakukannya membuat gawang PSM tak jebol lebih banyak, meski akhirnya tim tamu tetap pulang tanpa poin.
Laga baru berjalan dua menit ketika PSM mengejutkan tuan rumah. Alex Tanque mencetak gol cepat lewat sentuhan backheel yang mengecoh Nadeo Argawinata, membuat PSM unggul 1-0. Gol tersebut sempat memberi momentum bagi Juku Eja untuk mengontrol permainan di fase awal.
Namun seiring berjalannya laga, Borneo FC perlahan mengambil alih inisiatif. Tekanan demi tekanan diarahkan ke pertahanan PSM, memaksa Hilman Syah bekerja keras menjaga keunggulan. Kiper asal Jeneponto itu tampil sigap membaca arah bola, menutup ruang tembak, serta mematahkan peluang dari jarak dekat maupun jauh.
Catatan statistik menunjukkan betapa vital peran Hilman dalam laga ini. Sepanjang 90 menit, ia mencatatkan tujuh penyelamatan, termasuk dari situasi bola mati dan serangan terbuka. iLeague mencatat Hilman juga melakukan tiga sapuan dari tendangan bebas, satu intersep, serta distribusi bola yang cukup rapi di bawah tekanan.
Dominasi Borneo FC akhirnya berbuah gol pada babak kedua. Pada menit ke-68, Joel Vinicius memecah kebuntuan dengan penyelesaian klinis yang tak mampu dijangkau Hilman. Tekanan tuan rumah tak surut hingga akhirnya kembali berbuah gol pada menit ke-88 melalui pemain yang sama, memastikan kemenangan Pesut Etam.
Meski kebobolan dua kali, performa Hilman tetap mendapat pengakuan. SofaScore memberi rating 7,5 tertinggi di skuad PSM dan tertinggi ketiga di pertandingan tersebut. Ia hanya berada di bawah dua pemain Borneo FC, Mariano Peralta dan Joel Vinicius, yang masing-masing mencatat rating 8,8 dan 8,9.
Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akibat kesalahan individu. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang PSM merupakan konsekuensi dari persoalan kolektif yang harus segera dibenahi.
“Mungkin saya perlu melihat dua gol itu lebih teliti. Tapi yang jelas, ini bukan kesalahan satu atau dua pemain. Ini soal posisi, komunikasi, dan organisasi tim. Itu yang harus kami koreksi,” ujarnya.
Kekalahan di Samarinda memperpanjang tren negatif PSM yang belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan beruntun. Hingga pekan ke-16, Juku Eja tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 19 poin posisi yang jelas jauh dari target awal musim.
Di tengah hasil yang belum memuaskan, penampilan Hilman Syah menjadi secercah harapan. Konsistensinya di bawah mistar menunjukkan bahwa PSM masih memiliki fondasi kuat untuk bangkit. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
