Samarinda, Kaltimetam.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan berat terjadi di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (10/02/2026). Sebuah dump truk menabrak truk fuso yang tengah terparkir di pinggir jalan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 Wita. Dump truk bernomor polisi KT 8751 DF menabrak bagian belakang truk fuso KT 8114 RO yang sedang berhenti di bahu jalan. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan dump truk, sementara truk fuso terdorong akibat hantaman dari belakang.
Sopir truk fuso, Ari, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya sedang beristirahat di dalam kendaraan sambil menunggu muatan. Ia mengaku baru saja selesai makan siang dan berbaring di dalam kabin ketika tiba-tiba terdengar suara benturan keras.
“Saya habis makan siang dan istirahat di dalam mobil. Tiba-tiba ada suara keras dari belakang. Saya kaget, langsung bangun dan turun, ternyata dump truk sudah menempel di belakang mobil,” ujarnya.
Ari menuturkan, benturan terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda peringatan sebelumnya. Setelah turun dari kendaraan, ia langsung meminta pertolongan warga sekitar. Ia juga menyebut bahwa sopir dump truk mengalami luka di bagian kepala, namun masih dalam kondisi sadar saat kejadian.
“Sopir dump truk itu luka di kepala, masih hidup. Saya sempat tanya kenapa bisa begitu, katanya tertidur. Saya bilang kalau ngantuk jangan dipaksakan jalan,” ucapnya.
Sementara itu, Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, polisi menerima laporan kecelakaan lalu lintas di kawasan Simpang Pasir, Palaran, dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kami menerima informasi adanya kecelakaan antara dump truk dan truk fuso yang sedang parkir di pinggir jalan, tepatnya di wilayah Simpang Pasir, Palaran, sekitar pukul 13.10 Wita,” katanya.
Berdasarkan hasil penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mencatat terdapat dua korban dari kendaraan dump truk. Sopir dump truk mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke RSUD I.A. Moeis Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, penumpang dump truk yang diduga sebagai kernet dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Andrianto (29) dan dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
“Untuk korban meninggal dunia merupakan penumpang dump truk. Dugaan awal sebagai kernet, namun statusnya masih kami dalami karena masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Terkait penyebab kecelakaan, Ipda Rifqhi menyebutkan bahwa berdasarkan hasil interogasi awal terhadap sopir dump truk, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi mengantuk saat mengemudi.
“Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan sopir dump truk mengantuk. Namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada faktor lain seperti kondisi kendaraan atau unsur kelalaian,” tuturnya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan saat proses evakuasi kendaraan dan korban berlangsung.
Polisi mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk demi menghindari kecelakaan serupa.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika mengantuk, sebaiknya segera beristirahat dan jangan memaksakan diri mengemudi,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







