Diserang Tiba-Tiba Saat Menyemprot Kebun, Warga Tanah Merah Samarinda Tewas Disengat Tabuan

Contoh tabuan yang nyerang warga Tanah Merah. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Peristiwa tragis menimpa seorang warga Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur. Seorang pria lanjut usia bernama Iing Hermanto meninggal dunia setelah disengat kawanan tabuan atau tawon saat berkebun di kawasan Jalan Rimbahaya RT 28, Jumat (2/1/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan keterangan warga, korban yang berusia sekitar 60 tahun itu tengah melakukan aktivitas berkebun di lahan miliknya. Saat itu, korban diketahui sedang melakukan penyemprotan di pinggiran kebun, sebelum akhirnya secara tidak sengaja diduga mengganggu sarang tabuan yang berada di sekitar lokasi.

Tanpa peringatan, kawanan tabuan keluar dari sarangnya dan langsung menyerang korban secara beruntun. Warga menyebut serangan berlangsung sangat cepat dan agresif, membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.

“Serangannya tiba-tiba. Korban diperkirakan mengalami sekitar 20 sengatan di beberapa bagian tubuh,” ujar Agus Mulawarman, warga Tanah Merah yang mengetahui langsung kejadian tersebut.

Akibat sengatan tersebut, kondisi korban langsung melemah. Tidak lama kemudian, korban terjatuh dan kehilangan kesadaran di area kebun.

Melihat kondisi korban yang semakin memburuk, warga sekitar segera memberikan pertolongan. Dengan menggunakan kendaraan milik warga, korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Siring untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Sementara itu, sejumlah warga lainnya berupaya mengamankan area kebun untuk mencegah adanya korban tambahan. Warga mengingatkan masyarakat sekitar agar tidak mendekati lokasi kejadian, mengingat kawanan tabuan masih berada di sekitar sarang.

“Kami khawatir ada serangan susulan, jadi lokasi langsung kami amankan,” katanya.

Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Pihak Puskesmas Sungai Siring menyatakan korban meninggal dunia tidak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut keterangan warga, korban tidak mengetahui adanya sarang tabuan di area kebun tersebut. Lokasi itu sebelumnya kerap digunakan korban untuk berkebun dan beraktivitas sehari-hari tanpa pernah terjadi insiden serupa.

“Korban memang tidak tahu ada sarang tabuan di situ. Selama ini aman-aman saja, makanya tidak ada kewaspadaan khusus,” ujar Agus.

Korban dikenal warga sebagai sosok yang rajin berkebun dan aktif beraktivitas di lingkungannya. Kepergian korban secara mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, khususnya warga yang sering beraktivitas di kebun, ladang, atau area semak belukar. Lingkungan tersebut berpotensi menjadi habitat serangga berbahaya seperti tabuan, tawon, dan lebah hutan.

Warga berharap adanya sosialisasi dan langkah antisipatif dari pihak terkait untuk meminimalisasi risiko kejadian serupa, termasuk pemetaan sarang serangga berbahaya di sekitar permukiman dan lahan pertanian.

“Perlu kehati-hatian lebih dan mungkin juga sosialisasi kepada warga. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan memakan korban lagi,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version