Direktur RSUD AWS Beri Tanggapan Resmi Terkait Kematian Bayi Nadifah

Direktur RSUD AW Sjahranie, dr. David Hariadi Masjhoer. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Direktur RSUD AW Sjahranie, dr. David Hariadi Masjhoer, memberikan penjelasan resmi terkait meninggalnya bayi Nadifah di rumah sakit tersebut pada Jumat lalu, ia menjelaskan kronologis serta penanganan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, Selasa (02/07/2024).

Bayi yang bernama Nadifah, berusia 6 bulan, dari Bontang, datang ke RSUD AWS pada pukul 18.55 WIB dengan keluhan diare dan muntah.

Menurut dr. David, bayi Nadifah mengalami obesitas, yang menyebabkan diagnosis awal dokter UGD menyatakan dehidrasi sedang. Ia menjelaskan bahwa pada pasien obesitas dan dehidrasi, pemasangan infus menjadi lebih sulit karena vena yang sulit diakses dan pembuluh darah yang mengecil akibat dehidrasi.

“Beberapa saat kemudian, dokter anak yang datang menyatakan bayi mengalami dehidrasi berat, karena pada bayi gemuk, diagnosis dehidrasi bisa lebih sulit,” ujar dr. David.

Tim medis segera menangani Nadifah dengan cepat. Dalam waktu 5 menit setelah tiba di UGD, Nadifah dibawa ke ruang resusitasi untuk pemasangan infus.

“Karena kondisi vena yang sulit ditemukan dan dehidrasi yang berat, pemasangan infus gagal. Tim medis kemudian mencoba memberikan oksigen dan berkonsultasi dengan dokter anak lain,” ujarnya.

Karena dokter anak yang bertugas sedang menangani operasi, konsultasi tertunda. Upaya pemasangan infus dan akses lainnya terus dilakukan, namun sayangnya, Nadifah tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

RSUD AWS saat ini sedang melakukan audit internal untuk meninjau kembali kronologi kejadian dan memastikan tidak ada kelalaian dalam penanganan pasien.

Dr. David juga menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada keluarga Nadifah atas segala kekurangan dalam pelayanan rumah sakit.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Nadifah dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas segala kekurangan dalam pelayanan kami,” tutupnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi RSUD AWS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan keselamatan pasien. Rumah sakit juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan keluarga Nadifah dalam menyelesaikan masalah ini. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id