Bisnis Musiman yang Menggiurkan, Jasa Tukar Uang Jelang Lebaran Untung Banyak

Jasa Penukaran Uang di Kota Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas penukaran uang pecahan kecil semakin marak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Para penyedia jasa penukaran uang, yang mayoritas adalah warga setempat, mulai menjajakan uang pecahan baru mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam tradisi berbagi uang Lebaran.

Setiap tahun, jasa penukaran uang seperti ini selalu ramai, terutama di pekan terakhir Ramadan. Masyarakat yang kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil di bank lebih memilih layanan ini meskipun harus membayar biaya tambahan.

Salah satu penyedia jasa penukaran uang di lokasi tersebut, Rival (24) menjelaskan dalam sehari ia bisa membawa modal hingga Rp 20 juta.

“Biasanya kalau ramai, uang Rp 10 juta bisa habis dalam sehari. Kalau agak sepi, bisa sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” ujarnya, Selasa (25/03/2025).

Proses penukaran uang di lapak-lapak pinggir jalan ini cukup sederhana. Masyarakat tinggal datang, memilih nominal yang diinginkan, lalu membayar dengan tambahan biaya sebagai keuntungan bagi penukar uang.

Lebih lanjut, Rival membeberkan bahwa biaya penukaran umumnya dihitung per Rp 100 ribu.

“Kalau tukar Rp 100 ribu, kita ambil untung Rp 20 ribu. Jadi kalau menukar Rp 200 ribu, keuntungannya Rp 40 ribu, begitu seterusnya. Semakin besar jumlah yang ditukar, semakin besar keuntungan yang didapat,” bebernya.

Keuntungan dari bisnis ini cukup menggiurkan. Dalam sehari, penukar uang bisa meraup pendapatan tambahan hingga jutaan rupiah. Bahkan jika modal yang dibawa mencapai puluhan juta, dalam sepekan menjelang Lebaran, mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Terpisah, Penyedia jasa penukaran uang lainnya, Rahmat (27) mengakui bahwa bisnis ini cukup menjanjikan, terutama menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah, cukup lumayan ramai. Banyak masyarakat yang lebih memilih tukar di sini karena lebih cepat dibandingkan di bank,” katanya.

Meski diminati, bisnis penukaran uang di pinggir jalan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu risiko terbesar adalah penertiban oleh petugas Satpol PP. Pemerintah telah mengeluarkan edaran yang melarang aktivitas ini karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan raya.

“Iya, takut juga kalau tiba-tiba ada razia. Apalagi kita kan tidak ada izin resmi. Tapi semoga saja aman,” ujarnya.

Para penukar uang biasanya tetap bertahan hingga malam takbiran, dengan harapan seluruh uang pecahan yang mereka bawa bisa habis.

“Kalau bisa cepat habis, lebih baik, jadi kita bisa pulang lebih awal dan menikmati Lebaran bersama keluarga,” lanjutnya.

Meskipun ada risiko ditertibkan, para penyedia jasa penukaran uang tetap berharap bisnis ini bisa berjalan lancar hingga malam takbiran.

“Setiap tahun kita selalu di sini, dan alhamdulillah selalu ramai. Semoga tidak ada kendala sampai Lebaran nanti,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id