Banjir yang Tak Kunjung Teratasi Kembali Makan Korban, Lansia di Palaran Tewas Saat Menguras Genangan Air

Proses evakuasi korban menuju Puskesmas Palaran. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Banjir yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga Jalan Ampera, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, kembali menyisakan duka. Seorang pria lanjut usia bernama Jamaludin (70) meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat berusaha menguras genangan air yang merendam lingkungan tempat tinggalnya, Kamis (11/6/2026), Pukul 08.30 WITA.

Peristiwa tragis itu terjadi saat kawasan permukiman warga kembali dilanda banjir usai hujan mengguyur wilayah tersebut. Korban yang berupaya mengeluarkan air menggunakan pompa celup justru menjadi korban kecelakaan yang berujung maut.

Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Selain karena menewaskan seorang warga lanjut usia, insiden itu juga kembali membuka persoalan lama yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat, yakni banjir yang disebut hampir selalu terjadi setiap kali hujan turun.

Menantu korban, Aziz, menjadi salah satu saksi pertama yang melihat kondisi Jamaludin setelah insiden terjadi. Menurutnya, saat kejadian korban sedang berusaha memasang pompa celup untuk membuang genangan air yang mengelilingi rumah dan area usaha keluarga.

“Beliau sedang memasang pompa celup untuk mengeluarkan air. Kemungkinan listriknya masih tersambung dan belum sempat dilepas. Tiba-tiba beliau berteriak,” ujarnya.

Mendengar teriakan tersebut, Aziz langsung berlari menuju lokasi sumber suara. Saat tiba, ia mendapati mertuanya sudah dalam keadaan terjatuh.

Korban disebut masih memegang kabel yang diduga menjadi sumber sengatan listrik.

“Saya langsung ke sini. Waktu saya sampai, bapak sudah jatuh dan kabelnya masih dipegang. Saya cepat-cepat melepaskan kabel itu dan mengangkat beliau. Saat itu masih bernapas,” katanya.

Keluarga kemudian berusaha memberikan pertolongan dan berencana membawa korban ke rumah sakit. Namun situasi di lapangan tidak memungkinkan proses evakuasi berlangsung cepat.

“Waktu mau dibawa ke rumah sakit kondisinya macet. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ucapnya.

Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawa Jamaludin akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Kematian pria berusia 70 tahun tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok yang aktif serta peduli terhadap lingkungan.

Di balik peristiwa tersebut, warga kembali menyoroti persoalan banjir yang selama ini dianggap belum mendapatkan penanganan memadai.

Menurut keterangan keluarga korban dan warga sekitar, genangan air mulai muncul sekitar pukul 07.00 WITA setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.

Meski durasi hujan tidak terlalu lama, air disebut dengan cepat meluap hingga menggenangi permukiman.

“Ketinggian air tadi sekitar selutut orang dewasa,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir di kawasan Jalan Ampera bukan lagi kejadian luar biasa bagi warga setempat. Hampir setiap hujan turun, air dengan mudah meluap dan masuk ke lingkungan permukiman.

“Setengah jam hujan saja sudah penuh. Parit tidak mampu menampung lagi. Air langsung naik,” tuturnya.

Tak hanya menggenangi halaman rumah, air juga kerap masuk hingga ke dalam bangunan warga.

Setelah banjir surut, warga harus menghadapi persoalan lain berupa lumpur yang menutupi lantai rumah dan lingkungan sekitar.

“Masuk sampai ke dalam rumah. Kalau surut pasti meninggalkan lumpur. Sekarang saja kami masih bersih-bersih,” katanya.

Warga mengaku persoalan banjir di kawasan tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Menurut mereka, kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan terus berulang tanpa adanya penyelesaian yang benar-benar tuntas.

Berbagai laporan dan keluhan disebut telah disampaikan kepada pemerintah setempat, baik melalui tingkat kelurahan maupun kecamatan. Namun hingga kini warga merasa belum melihat perubahan signifikan.

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan. Katanya akan ada solusi, tapi sampai sekarang banjir masih terus terjadi,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id