Atap Seng Dinilai Picu Suhu Tinggi, Pemprov Kaltim Mulai Pemetaan Rumah Warga

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya meningkatkan kualitas hunian warga di Kalimantan Timur mulai diarahkan pada pembenahan elemen paling mendasar sebuah rumah, yakni atap.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait Program Gentengisasi, yakni penggantian atap seng dengan genteng berbahan tanah liat.

Langkah ini bukan sekadar perubahan material bangunan, melainkan bagian dari strategi memperbaiki kenyamanan lingkungan permukiman.

Penggunaan atap seng selama ini dinilai memicu peningkatan suhu di dalam rumah, terutama saat siang hari, karena sifatnya yang mudah menyerap dan menghantarkan panas.

Selain berdampak pada suhu ruangan, material seng juga memiliki daya tahan yang terbatas. Dalam jangka waktu tertentu, atap seng rentan mengalami korosi akibat pengaruh cuaca dan lingkungan, sehingga berisiko menurunkan kualitas hunian masyarakat.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa arahan Presiden tersebut akan segera diterjemahkan dalam bentuk langkah teknis di daerah.

Menurutnya, tahap awal yang dilakukan adalah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang masih menggunakan atap seng.

“Instruksi Presiden tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Tahap awal yang akan dilakukan adalah memetakan rumah-rumah masyarakat yang masih menggunakan atap seng,” ujar Seno, Kamis (12/2/2026).

Ia menyebutkan, jumlah rumah dengan atap seng di Kaltim diperkirakan tidak terlalu banyak. Meski demikian, program ini tetap dipandang penting, terutama di kawasan permukiman padat yang rentan mengalami peningkatan suhu akibat paparan panas berlebih.

Lebih dari sekadar penggantian atap, Pemprov Kaltim juga melihat peluang pengembangan industri genteng sebagai bagian dari implementasi program.

Skema tersebut dirancang agar melibatkan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kita ingin industri genteng ini dapat dikelola oleh koperasi. Saat ini masih dalam tahap mitigasi dan perencanaan,” jelas Seno.

Ia berharap perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, dapat segera menyusun langkah lanjutan agar program Gentengisasi dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan.

Menurutnya, pelaksanaan program akan dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam satu tahun ke depan sudah ada progres yang terlihat, kemudian kita evaluasi agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version