Samarinda, Kaltimetam.id – Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah melalui jalur laut di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, mulai menunjukkan peningkatan. Pada Minggu (15/03/2026), kapal penumpang KM Prince Soya diberangkatkan menuju Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, dengan membawa 1.697 penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman.
Keberangkatan kapal tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pergerakan arus mudik melalui Pelabuhan Samarinda. Sejak pagi hari, para calon penumpang sudah memadati terminal pelabuhan untuk melakukan proses keberangkatan serta menunggu jadwal kapal berlayar.
Salah satu penumpang, Abdullah Faisal, mengaku melakukan perjalanan seorang diri menuju Sulawesi Selatan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga yang telah berada di Makassar. Ia bekerja di wilayah Kalimantan dan memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang ke kampung halaman.
“Saya pulang ke Sulawesi sendiri karena keluarga sudah ada di Makassar. Saya bekerja di Kalimantan, jadi sekarang waktunya pulang untuk bertemu keluarga,” ujarnya.
Abdullah mengatakan dirinya membawa beberapa oleh-oleh sederhana untuk keluarga di kampung halaman. Barang yang dibawa di antaranya berupa pakaian dan beberapa hadiah kecil.
“Tidak banyak yang dibawa, hanya beberapa oleh-oleh seperti pakaian untuk keluarga,” katanya.
Ia menyebut momen Lebaran menjadi waktu yang paling dinantikan karena dapat berkumpul bersama keluarga yang jarang ditemui selama bekerja di luar daerah.
“Yang paling dirindukan tentu momen berkumpul dengan keluarga dan anak-anak. Itu yang membuat perjalanan pulang ini terasa sangat berarti,” ucapnya.
Abdullah juga menilai sistem pelayanan di Pelabuhan Samarinda saat ini jauh lebih tertib dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, pengaturan penumpang dan sistem pelayanan yang lebih rapi membuat proses keberangkatan menjadi lebih nyaman.
“Sekarang sudah lebih tertib. Tidak seperti dulu yang terkesan berdesakan. Sistemnya sudah jauh lebih baik,” katanya.
Awalnya ia sempat berencana pulang menggunakan pesawat, namun harga tiket yang meningkat serta ketersediaan kursi yang terbatas membuatnya memilih jalur laut.
“Tiket pesawat sudah habis dan harganya juga naik. Akhirnya saya pilih naik kapal saja karena lebih terjangkau,” tuturnya.
Ia menyebut harga tiket kapal menuju Parepare sekitar Rp500 ribu, yang menurutnya masih cukup ramah di kantong dibandingkan tiket pesawat.
Sementara itu, Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang di Pelabuhan Samarinda pada hari tersebut cukup tinggi.
Sebelumnya pada pagi hari, kapal KM Queen Soya juga tiba di pelabuhan dengan membawa sekitar 350 penumpang dari Parepare. Tidak lama setelah itu, kapal KM Prince Soya diberangkatkan menuju Parepare dengan jumlah penumpang mencapai 1.697 orang.
Selain dua kapal tersebut, kapal perintis KM Sabuk Nusantara juga bersandar di pelabuhan dengan membawa sekitar 97 penumpang.
“Jadi hari ini bisa dikatakan menjadi salah satu puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 melalui Pelabuhan Samarinda,” ujar Sahrun.
Ia menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan KM Prince Soya sebenarnya direncanakan pada pukul 14.00 WITA, namun karena jumlah penumpang sudah mencapai kapasitas yang diizinkan sesuai sertifikat kapal, keberangkatan kapal akhirnya dimajukan menjadi pukul 12.00 WITA.
“Keberangkatan kita percepat karena kapasitas kapal sudah terpenuhi sesuai batas yang diizinkan,” jelasnya.
Menurut Sahrun, kepadatan penumpang diperkirakan akan mulai berkurang dalam beberapa hari ke depan. Hal ini karena jadwal keberangkatan kapal juga tersebar di sejumlah pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Timur.
Pada hari Selasa dan Rabu mendatang, misalnya, akan ada kapal lain yang melayani rute serupa dari pelabuhan di Bontang dan Balikpapan, sehingga penumpang tidak hanya terkonsentrasi di Pelabuhan Samarinda. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







