Samarinda, Kaltimetam.id – Di tengah peningkatan jumlah armada pengangkut sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda justru mencatat penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini menjadi temuan menarik dalam evaluasi operasional awal tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga April, DLH mencatat efisiensi penggunaan BBM hingga 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, jumlah armada yang beroperasi tahun ini meningkat dari 61 unit menjadi 71 unit.
Perubahan ini tidak terjadi secara kebetulan. DLH Samarinda mulai menerapkan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk mengontrol operasional kendaraan di lapangan secara lebih terukur.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong efisiensi tersebut.
“Alhamdulillah per Januari sampai bulan April ini, kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, kami sudah berhasil mengefisiensikan BBM itu di angka 8 persen,” kata Taufiq belum lama ini.
Menurutnya, penghitungan efisiensi dilakukan berdasarkan volume liter BBM yang digunakan, bukan dari sisi nilai rupiah. Hal ini penting mengingat harga Dexlite yang mengalami kenaikan dalam periode yang sama.
Untuk mencapai pengendalian tersebut, DLH mulai memanfaatkan sejumlah perangkat digital seperti GPS tracker, sensor BBM, dan kartu Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini memungkinkan setiap pergerakan kendaraan serta penggunaan bahan bakar dapat dipantau secara lebih detail.
Melalui GPS tracker, posisi dan rute armada dapat diawasi, sementara sensor BBM mencatat konsumsi bahan bakar secara langsung. Adapun kartu RFID digunakan untuk mengatur proses pengisian BBM yang kini tidak lagi dilakukan secara tunai.
Sopir cukup menempelkan kartu pada SPBU yang telah ditentukan, sehingga setiap transaksi tercatat secara otomatis dalam sistem.
Taufiq menyebut, penerapan sistem ini masih dalam tahap pengembangan dan dilakukan secara bertahap bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda.
“Untuk sementara sambil menunggu teman-teman diskominfo persiapan, kami juga bekerjasama dengan pihak ketiga kontrak untuk jangka pendek dalam artian memonitor pergerakan kendaraan pengangkutan sampah kita,” ujarnya.
Meski telah menunjukkan hasil awal yang positif, implementasi sistem digital ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh armada. Saat ini, perangkat baru terpasang pada 30 unit truk dari total 71 armada yang dimiliki.
“Perangkat ini baru kita uji coba di 30 truck yang ada. Nah kita punya 71 truck artinya masih 50 persen lebih sebelum kita pasang,” lanjut Taufiq.
DLH menilai, capaian efisiensi yang ada saat ini masih berpotensi meningkat seiring dengan perluasan penggunaan sistem digital ke seluruh armada. Dengan pengawasan yang semakin merata, pengendalian operasional diharapkan bisa berjalan lebih optimal.
Ke depan, digitalisasi ini tidak hanya diarahkan untuk efisiensi, tetapi juga untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







