Samarinda, Kaltimetam.id – Ketika sebagian masyarakat memilih mengeluhkan kondisi jalan berlubang di media sosial, sekelompok warga di Kota Samarinda justru memilih turun langsung ke lapangan. Berbekal dana swadaya, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, mereka membentuk gerakan sosial yang kini dikenal dengan nama Ghost Aspal.
Pada Kamis (11/6/2026) malam sekitar pukul 20.40 Wita, sejumlah relawan Ghost Aspal terlihat melakukan penambalan jalan berlubang di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Dengan peralatan sederhana dan material aspal yang diperoleh secara swadaya, mereka bekerja di tengah lalu lintas malam untuk menutup lubang-lubang yang dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Aksi tersebut menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Tidak sedikit pengendara yang melambatkan kendaraan mereka untuk melihat aktivitas para relawan yang bekerja tanpa atribut resmi pemerintah maupun kontraktor.
Ketua Ghost Aspal, Mukhlasin, mengatakan gerakan tersebut lahir bukan dari organisasi besar atau program tertentu. Semuanya berawal dari diskusi santai bersama sejumlah rekan yang prihatin melihat banyaknya jalan berlubang yang belum sempat tertangani. Menurutnya, ide itu muncul secara spontan dari obrolan ringan sambil menikmati kopi bersama teman-teman.
“Sebenarnya ini terbentuk dari hasil ngobrol-ngobrol sambil ngopi. Dari situ muncul inisiatif karena melihat banyak jalan berlubang yang membahayakan masyarakat. Akhirnya kami sepakat bergerak secara swadaya,” ujarnya.
Mukhlasin menjelaskan, seluruh kegiatan yang dilakukan Ghost Aspal selama ini dibiayai dari sumbangan sukarela anggota dan dana pribadi para relawan. Mereka tidak memiliki sumber pendanaan tetap maupun bantuan resmi dari pihak tertentu.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk terus bergerak membantu masyarakat.
“Selama ini semuanya berasal dari sumbangan teman-teman dan dana pribadi. Kami bergerak karena merasa ini penting untuk keselamatan masyarakat,” katanya.
Fokus utama Ghost Aspal adalah mencari titik-titik jalan berlubang yang dinilai berisiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang menjadi kelompok paling rentan mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan.
Setelah menemukan lokasi yang membutuhkan penanganan cepat, para relawan kemudian mengumpulkan material dan melakukan penambalan secara mandiri.
Menurut Mukhlasin, kegiatan tersebut tidak memiliki jadwal rutin yang tetap. Aksi dilakukan berdasarkan laporan warga maupun hasil pemantauan langsung para relawan di lapangan.
“Kami bergerak kalau ada informasi dari masyarakat atau teman-teman relawan yang melihat ada jalan berlubang yang cukup membahayakan. Tujuannya minimal mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu penanganan permanen,” jelasnya.
Ia mengakui selama ini cukup banyak warga yang menyampaikan keluhan maupun laporan terkait kondisi jalan rusak di berbagai wilayah Kota Samarinda.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang secara langsung menghubungi relawan Ghost Aspal dan meminta agar lokasi tertentu mendapat perhatian.
“Selama ini memang banyak pesan yang masuk dari warga. Mereka menitipkan informasi lokasi jalan berlubang yang dianggap berbahaya. Jadi kami berusaha menindaklanjuti sesuai kemampuan yang ada,” katanya.
Mukhlasin menegaskan bahwa gerakan yang mereka bangun tidak memiliki tujuan politik maupun kepentingan tertentu. Baginya, keselamatan masyarakat menjadi alasan utama para relawan bersedia meluangkan waktu dan tenaga.
“Intinya teman-teman malam ini bergerak demi keselamatan seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang melintas di jalan ini. Tidak ada tujuan lain selain membantu mengurangi risiko kecelakaan,” tuturnya.
Meski masih tergolong gerakan kecil, Ghost Aspal berharap kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk kalangan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Mukhlasin bahkan secara terbuka mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur untuk ikut berkontribusi dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat melalui dukungan terhadap kegiatan sosial semacam ini.
“Kalau ada perusahaan-perusahaan besar yang ingin menyalurkan CSR untuk kegiatan seperti ini tentu sangat baik. Karena tujuan kami murni untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
