Progres Signifikan, Masjid Ash Shobirin Sudah Digunakan Meski Belum Finishing

Tampak bangunan khas futuristik Masjid Ash Shobirin Samarinda Seberang yang hampir rampung. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pembangunan Masjid Ash Shobirin di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, terus menunjukkan progres signifikan meski belum sepenuhnya rampung.

Di tengah proses penyelesaian yang masih berjalan, masjid tersebut bahkan sudah mulai dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah sejak momentum Ramadan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung perkembangan pembangunan masjid tersebut pada Kamis (26/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pemantauan sejumlah proyek di wilayah Samarinda Seberang, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Dalam peninjauannya, Andi Harun menyebut pembangunan Masjid Besar Ash Shobirin telah mendekati tahap akhir, meskipun masih memerlukan waktu tambahan untuk penyelesaian secara keseluruhan.

Ia memperkirakan proses finishing akan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

“Pekerjaannya belum 100 persen, mungkin masih butuh sekitar tiga bulan lagi untuk finishing. Tapi sejak 21 Ramadan sudah dipakai masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid ini dilatarbelakangi kondisi bangunan lama yang dinilai sudah tidak lagi memadai.

Selain usia yang cukup tua, posisi masjid sebelumnya berada lebih rendah dari badan jalan, sehingga kerap mengalami genangan air dan memiliki keterbatasan dari sisi tata ruang, termasuk area parkir.

Kondisi tersebut mendorong pengurus masjid untuk mengajukan permohonan renovasi kepada pemerintah kota.

Setelah melalui proses perencanaan dan komunikasi yang cukup panjang, pembangunan akhirnya dapat direalisasikan dengan konsep yang lebih modern dan representatif.

“Dulu posisinya di bawah, sering tergenang, dan penataan ruangnya kurang mendukung. Karena itu kita bangun ulang agar lebih layak,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada fungsi, pembangunan Masjid Ash Shobirin juga dirancang dengan pendekatan arsitektur yang berbeda dari masjid pada umumnya.

Desainnya dibuat lebih ikonik dengan bentuk yang unik, sehingga diharapkan dapat menjadi penanda visual baru di kawasan Samarinda Seberang.

Menurut Andi Harun, pemilihan desain tersebut dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek estetika, visibilitas, serta kenyamanan bagi jemaah.

Bentuk bangunan yang tidak konvensional menjadi salah satu daya tarik utama, terutama ketika dilihat dari kejauhan maupun pada malam hari.

“Kita pilih desain yang unik supaya mudah dikenali, bahkan dari jauh orang sudah tahu itu masjid,” katanya.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini juga diproyeksikan memiliki fungsi tambahan sebagai ruang sosial dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan Masjid Ash Shobirin berkembang menjadi destinasi wisata religi yang dapat menarik pengunjung dari luar daerah.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap keberadaan masjid ini tidak hanya memberi kenyamanan dalam beribadah, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama warga, khususnya di Samarinda Seberang.

“Harapannya bukan hanya untuk ibadah, tapi juga bisa jadi kebanggaan dan tujuan wisata religi bagi masyarakat,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id