Lebaran Bikin Penitipan Kucing di Samarinda Membludak, Klinik Hewan Kebanjiran Booking Sejak Sebulan Sebelumnya

Dokter hewan Istiqvarani Sanputri yang bertugas di Pet Clinic cabang Sempaja, Jalan PM Noor Samarinda. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa dampak signifikan terhadap layanan penitipan hewan di Samarinda.

Salah satunya terlihat di Pet Clinic cabang Sempaja, Jalan PM Noor, yang mengalami lonjakan tajam jumlah hewan peliharaan, khususnya kucing, yang dititipkan oleh pemiliknya selama musim mudik dan liburan.

Dokter hewan Istiqvarani Sanputri atau yang akrab disapa drh Rani menjelaskan, peningkatan ini bukan hal baru.

Setiap momen hari besar seperti Lebaran, Natal, maupun Tahun Baru, permintaan penitipan hewan selalu melonjak drastis dibanding hari biasa.

“Kalau hari-hari besar seperti ini pasti meningkat. Banyak yang libur panjang dan tidak bisa menjaga hewannya, jadi penitipan selalu penuh, khususnya saat Lebaran,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia mengungkapkan, bahkan jauh sebelum Hari Raya, pemilik hewan sudah mulai melakukan pemesanan tempat.

Sistem booking pun diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang tinggi.

“Biasanya sebulan sebelumnya sudah mulai booking. Bahkan setengah bulan sebelum Lebaran itu bisa sudah full,” katanya.

Lonjakan tersebut terasa signifikan jika dibandingkan dengan hari normal.

drh Rani menyebut, peningkatan bisa mencapai hampir dua kali lipat dari kondisi biasa.

“Kalau hari biasa mungkin sekitar lima sampai enam, tapi saat Lebaran bisa sampai sepuluh, jadi meningkat jauh,” jelasnya.

Untuk kapasitas di cabang Sempaja sendiri, Antasari Pet Clinic mampu menampung sekitar 30 ekor hewan, baik kucing maupun anjing.

Namun, saat musim liburan, seluruh kandang hampir selalu terisi penuh.

“Di cabang ini sekitar 30 ekor, dan saat Lebaran biasanya full. Bahkan masih banyak yang ingin menitip tapi tidak kebagian,” ungkapnya.

Selain kucing dan anjing, klinik ini juga pernah menerima penitipan hewan lain seperti sugar glider.

Meski demikian, pihak klinik lebih memprioritaskan hewan yang umum dipelihara karena faktor sensitivitas.

“Pernah juga ada yang menitipkan hewan lain, tapi kita usahakan fokus ke kucing dan anjing karena lebih mudah penanganannya,” tuturnya.

Terkait fasilitas, penitipan di klinik ini telah dilengkapi dengan kandang, pasir, pakan, serta ruangan ber-AC untuk menjaga kenyamanan hewan.

Keunggulan lainnya, pemilik juga mendapatkan pemantauan langsung oleh dokter hewan selama masa penitipan.

“Kalau ada hewan sakit, pasti kita hubungi pemiliknya dan minta persetujuan untuk penanganan. Jadi bisa cepat ditangani,” jelas drh Rani.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak klinik tetap tidak bisa menjamin kondisi hewan sepenuhnya, mengingat ada faktor di luar kendali selama masa penitipan.

“Kita usahakan hewan masuk sehat dan keluar sehat, tapi memang ada hal-hal di luar kendali.”

Untuk tarif, penitipan kucing dipatok sekitar Rp40 ribu per hari, sudah termasuk pakan, kandang, dan perawatan dasar.

Sementara untuk anjing, tarif bervariasi tergantung ukuran, yakni berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari.

“Untuk kucing Rp40 ribu per hari, sudah termasuk makan, kandang, dan kebutuhan dasar. Kalau anjing menyesuaikan ukuran, sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” ungkapnya.

Selain layanan penitipan, klinik ini juga menyediakan berbagai layanan lain seperti pemeriksaan kesehatan, operasi, grooming, hingga perawatan gigi.

Bahkan, hewan yang dititipkan bisa sekaligus mendapatkan layanan tambahan sebelum dijemput kembali oleh pemiliknya.

“Biasanya ada juga yang sekalian grooming, jadi saat pulang sudah bersih,” sebutnya.

Dalam prosedurnya, drh Rani menyarankan agar hewan yang dititipkan dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit.

Jika terdapat hewan yang sakit, maka akan dipisahkan dari hewan lain.

“Minimal sudah obat kutu, dan lebih baik lagi kalau sudah vaksin. Kalau ada yang sakit, kita pisahkan dari yang sehat,” demikian drh Rani. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id