Hendak Berburu Burung, Remaja di Palaran Temukan Sesosok Wanita Meninggal di Gubuk Kosong

Tim Inafis dan PMI Kota Samarinda evakuasi Jasad seorang wanita di gubuk kosong Jalan Pramuka Simpang Pasir Palaran. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan sesosok wanita dalam kondisi meninggal dunia di sebuah gubuk kosong, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui dan aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang remaja, Al-Zaqi (19), yang secara tidak sengaja menemukan jasad korban saat hendak berburu burung di sekitar lokasi.

Al-Zaqi menuturkan, sore itu ia berhenti di dekat sebuah gubuk kosong di Jalan Pramuka RT 01 dengan tujuan berburu burung. Namun, dari kejauhan ia melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam gubuk tersebut.

“Saya mau nembak burung di situ. Pas lihat ke dalam, saya lihat ada kaki, sudah pucat,” ujarnya.

Merasa tidak yakin, ia mendekat untuk memastikan. Setelah melihat lebih jelas, ia menyadari bahwa yang terbaring di dalam gubuk adalah seorang wanita dalam kondisi tidak bergerak.

“Saya langsung panggil orang di sekitar. Datang beberapa orang, dicek tapi tidak disentuh. Ternyata sudah meninggal, lalu kami hubungi polisi,” katanya.

Al-Zaqi mengaku jarang berada di kawasan tersebut dan tidak mengetahui siapa wanita yang ditemukan di lokasi itu.

Terpisah, Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, membenarkan adanya penemuan mayat wanita tersebut. Setelah menerima laporan warga, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Benar, kami menemukan satu orang wanita dalam keadaan meninggal dunia di kawasan Palaran. Saat ditemukan, korban berada sendirian di dalam gubuk kosong,” ujar Riyan.

Menurutnya, hingga saat ini korban belum dapat diidentifikasi karena tidak ditemukan dokumen identitas di sekitar lokasi. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian.

“Untuk identitas belum diketahui. Kami masih menyelidiki penyebab kematiannya, apakah ada tanda kekerasan atau tidak,” jelasnya.

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A.W. Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum.

Hasil visum akan menjadi dasar penting bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” tutupnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor ke Polresta Samarinda atau kantor polisi terdekat untuk membantu proses identifikasi. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id