Uji Beban Jembatan Mahakam Ulu Picu Antrean Panjang, Pengemudi Logistik Keluhkan Minimnya Informasi

Satlantas Polresta Samarinda bersama Dishub Kaltim lakukan penutupan sementara Jembatan Mahakam Ulu Samarinda karena dilakukan uji beban Jembatan. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Penutupan sementara Jembatan Mahakam Ulu pada Sabtu (17/1/2026) untuk keperluan uji beban memicu antrean kendaraan di kedua sisi jembatan. Penutupan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pengujian pasca insiden tabrakan ponton bermuatan batu bara beberapa waktu lalu.

Jembatan Mahakam Ulu selama ini menjadi salah satu akses vital penghubung kawasan di Kota Samarinda, terutama bagi kendaraan logistik dan masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah. Penutupan total selama proses uji beban membuat seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas hingga pengujian selesai.

Sejak pukul 10.00 Wita, antrean kendaraan mulai terlihat mengular. Sejumlah pengemudi terpaksa menghentikan perjalanan dan menunggu di lokasi karena keterbatasan jalur alternatif yang dinilai cukup jauh.

Pengemudi Truk Ekspedisi, Sony yang hendak menuju Balikpapan, mengaku telah menunggu sejak pagi. Ia menyebut penutupan tersebut cukup mengganggu aktivitas distribusi barang yang tengah dijalaninya.

“Kami sudah nunggu dari jam 10. Mau ke arah Balikpapan lewat Gantar Balang. Akses di sini kan tidak ada jalan lain yang dekat, jadi mau tidak mau harus menunggu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa informasi penutupan jembatan belum sepenuhnya tersampaikan kepada para pengemudi. Menurutnya, ia baru mengetahui adanya penutupan setelah tiba di lokasi.

“Kalau informasi sebelumnya sih belum tahu. Kemarin juga belum sempat lihat berita. Tahunya dari teman-teman sesama sopir,” kata Sony.

Sebagai pengemudi ekspedisi, Sony menilai penutupan meski hanya beberapa jam tetap berdampak signifikan, terutama terhadap ketepatan waktu pengiriman dan biaya operasional.

“Kalau dibilang terganggu, ya jelas terganggu. Barang ditunggu. Memang ada jalan alternatif lewat Tenggarong, tapi mutarnya jauh, bisa nambah waktu setengah jam. Tarif juga bisa berubah,” keluhnya.

Kondisi serupa dirasakan pengguna kendaraan roda dua. Joni, warga Samarinda yang hampir setiap hari melintasi Jembatan Mahakam Ulu, mengaku terkejut saat mendapati jembatan sudah ditutup ketika ia hendak menyeberang.

“Saya mau lewat dari Loa Bakung ke seberang. Sampai sini ternyata sudah ditutup,” ujarnya.

Joni tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti alasan penutupan, selain mendengar bahwa jembatan tersebut beberapa kali mengalami insiden tabrakan ponton.

“Kalau dengar-dengar memang jembatan ini sering ketabrak. Tapi soal penutupan hari ini, saya belum tahu detailnya,” katanya.

Meski merasa terganggu, Joni memilih untuk menunggu dibandingkan harus memutar lewat jalur alternatif yang lebih jauh.

“Kalau mutar jauh, capek juga. Kebetulan kerja saya dekat sini, jadi lebih baik nunggu saja,” ucapnya.

Penutupan Jembatan Mahakam Ulu dilakukan sebagai bagian dari uji beban dan uji dinamik guna memastikan kondisi struktur jembatan tetap aman pasca insiden tabrakan ponton. Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan bahwa pengujian ini bertujuan menilai kelayakan jembatan sebelum ditetapkan kebijakan lanjutan terkait pembatasan jenis kendaraan maupun pengaturan lalu lintas.

Uji beban tersebut melibatkan tim teknis dan pengamanan lintas instansi. Selama pengujian berlangsung, tidak ada kendaraan yang diizinkan melintas demi menjaga akurasi hasil pengujian serta keselamatan semua pihak.

Meski secara teknis bertujuan baik, dampak penutupan di lapangan menunjukkan pentingnya sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat. Sejumlah pengguna jalan berharap informasi penutupan dapat disampaikan lebih awal dan menjangkau seluruh kalangan, khususnya pengemudi angkutan barang.

“Kalau ada pemberitahuan lebih awal, kami bisa atur jadwal atau pilih jalur lain dari awal,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id