Hujan Ekstrem Picu Penurunan Slab on Pile Tol IKN Segmen 3A2, BBPJN Pastikan Perbaikan Rampung Maret 2026

Kondisi Jalan Tol Balikpapan menuju ke IKN tepatnya di Kilometer 11. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kalimantan Timur pada awal Januari 2026 berdampak serius terhadap infrastruktur strategis menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu ruas Jalan Tol IKN, tepatnya Seksi 3A2 Segmen Karangjoang–Kariangau, mengalami penurunan struktur slab on pile sepanjang 82,5 meter akibat pergeseran timbunan tanah di area disposal.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Balikpapan dan sekitarnya sejak Rabu (7/1/2026) pukul 15.35 Wita hingga Kamis (8/1/2026) pagi. Kondisi cuaca ekstrem itu memicu meningkatnya debit air hujan yang kemudian menyebabkan pergerakan tanah pada area timbunan.

Puncak kejadian tercatat pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 11.55 Wita, ketika terjadi pergeseran signifikan pada timbunan disposal yang berujung pada penurunan struktur slab on pile di ruas tol tersebut.

Pj KSO BBPJN Perwakilan Kalimantan Timur, Adhi Hutama, menjelaskan bahwa kejadian tersebut masih terjadi dalam masa konstruksi, sehingga langkah-langkah pengamanan dan perbaikan dapat segera dilakukan oleh penyedia jasa.

“Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang dipicu intensitas hujan cukup tinggi. Untuk menghindari kerusakan yang lebih melebar, slab on pile yang bergeser langsung diputuskan untuk diamankan dan dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perbaikan permanen menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa pelaksana proyek. Saat ini, tim lapangan telah melakukan inventarisasi kerusakan, merapikan kembali timbunan hingga mencapai elevasi aman, serta mengamankan struktur yang terdampak.

“Target kami, perbaikan permanen dapat selesai pada Maret 2026, sehingga ruas ini bisa difungsionalkan saat arus Lebaran,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa evaluasi teknis menunjukkan faktor utama kejadian adalah tingginya debit air hujan yang tidak tertahan optimal oleh sistem drainase di sekitar struktur slab on pile.

Menurut Yudi, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam pengelolaan infrastruktur jalan tol di wilayah dengan karakter tanah dan curah hujan tinggi seperti Kalimantan Timur.

“Evaluasi sementara menunjukkan debit air hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu utama. Karena itu, kami langsung melakukan survei dan inventarisasi pada seluruh slab on pile di ruas Tol IKN untuk memastikan tidak ada potensi serupa di titik lain,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi dan antisipasi jangka panjang, BBPJN Kaltim menyiapkan sejumlah penanganan teknis permanen. Di antaranya pembangunan crossing drain di setiap slab on pile untuk mengendalikan aliran air di bawah struktur, penataan dan peningkatan kapasitas saluran hulu–hilir, serta pemasangan energy dissipator pada outlet saluran.

Selain itu, perbaikan subdrain untuk melindungi kaki timbunan, penutupan jalur aliran air terkonsentrasi yang memotong timbunan, serta penyediaan jalur limpasan terarah juga menjadi bagian dari rencana penanganan.

“Monitoring berkala saat hujan akan terus dilakukan, termasuk pembersihan sedimen, inspeksi retakan atau penurunan, serta pengukuran muka air tanah,” kata Yudi.

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kalimantan Timur sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Berdasarkan data BMKG, wilayah Kalimantan Timur berada dalam kategori Waspada potensi hujan lebat hingga sangat lebat sepanjang Januari 2026, disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.

Di kawasan Tol IKN, intensitas hujan sangat tinggi tercatat terjadi pada Rabu (7/1) dan Kamis (8/1), tepat pada periode sebelum dan saat terjadinya pergeseran struktur.

Meski mengalami penurunan struktur, BBPJN menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Ruas tol yang terdampak tidak difungsikan hingga perbaikan selesai dan dinyatakan aman secara teknis.

“Kami memastikan perbaikan dilakukan menyeluruh dan sesuai standar keselamatan. Target Maret 2026 bukan sekadar selesai, tetapi benar-benar aman dan layak difungsikan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id