Samarinda, Kaltimetam.id – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur kembali menelan korban jiwa. Hingga pertengahan September 2025, tercatat sembilan orang meninggal dunia, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
Situasi ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengingatkan orang tua dan sekolah agar lebih protektif terhadap lingkungan anak. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini.
“Tenaga kesehatan harus terus menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap peningkatan kasus DBD,” ujarnya, Jum’at (19/9/2025).
Kasus kematian terbaru terjadi di Kota Bontang, di mana dua warga meninggal dunia pada September ini.
Menindaklanjuti kejadian itu, Dinkes Kaltim langsung berkoordinasi dengan Dinkes Bontang untuk menggali penyebab serta merumuskan tindak lanjut.
“Kami segera melakukan pendalaman terhadap kasus kematian di Bontang, termasuk menggelar rapat daring bersama jajaran Dinkes setempat untuk memastikan langkah tindak lanjut,” jelas Jaya.
Jika dirinci, korban meninggal akibat DBD hingga pertengahan September tersebar di berbagai daerah: Kutai Barat (2 orang), Paser (2 orang), serta masing-masing satu orang di Berau, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Samarinda.
Sementara itu, jumlah kasus positif terus meningkat dengan angka cukup tinggi. Balikpapan mencatat kasus terbanyak dengan 987 pasien, disusul Kutai Kartanegara (689 kasus), Samarinda (544 kasus), Kutai Timur (400 kasus), Bontang (287 kasus), Paser (272 kasus), Penajam Paser Utara (174 kasus), Kutai Barat (166 kasus), Berau (51 kasus), dan Mahakam Ulu (8 kasus).
Jaya menekankan bahwa anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, peran keluarga dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungan menjadi sangat penting. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.
“Laksanakan 3M secara konsisten dan jaga kebugaran tubuh dengan olahraga teratur agar daya tahan tetap kuat,” tutupnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







