Hujan Deras Picu Longsor di Jalan M. Said, Warga Selamat tapi Kerugian Material Tak Terelakkan

Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Rabu sore (17/9/2025) memicu longsor di Jalan M. Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Rabu sore (17/9/2025) memicu longsor di Jalan M. Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 Wita ketika lereng perbukitan di belakang bangsal nomor 112, RT 03, tiba-tiba ambrol.

Material longsor berupa tanah bercampur batu besar menerjang bangsal yang dihuni enam kepala keluarga. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, satu unit sepeda motor matic milik seorang mahasiswi Universitas Mulawarman hancur tertimpa bongkahan batu berukuran hampir satu meter.

Menurut kesaksian warga, derasnya hujan sejak siang membuat tanah di tebing belakang bangsal tidak mampu menahan beban air. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, disusul runtuhan batu ke arah bangunan.

“Tiba-tiba saja ada suara keras, batu langsung jatuh ke arah bangsal. Untung semua penghuni sudah lari keluar. Kalau ada anak-anak di teras depan, bisa celaka,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Beberapa warga segera mengevakuasi kendaraan bermotor lain yang terparkir di dekat lokasi dan bersama-sama membersihkan jalan yang tertutup batu. Kepanikan masih terasa hingga menjelang sore karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda langsung turun tangan begitu menerima laporan. Sesampainya di lokasi, petugas segera memasang garis polisi (police line) untuk membatasi aktivitas warga di sekitar titik longsor.

“Langkah awal kami pasang police line agar warga tidak mendekat. Masih ada potensi longsor susulan mengingat cuaca masih sering hujan,” kata Reza, anggota BPBD Samarinda, di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, material longsor kali ini didominasi oleh batu besar yang berpotensi menimbulkan kerusakan parah jika kembali terjadi.

“Batu-batu ini cukup berbahaya, salah satunya yang menyebabkan motor di bawah hancur total,” jelasnya.

BPBD juga melakukan pendataan warga terdampak, memberikan imbauan evakuasi mandiri, dan menyiagakan petugas di lokasi. Pemerintah kelurahan bersama relawan kebencanaan turut berjaga untuk memantau kondisi tebing hingga malam hari.

Kawasan Lok Bahu memang dikenal rawan longsor. Struktur tanah perbukitan yang gembur, ditambah curah hujan tinggi, membuat wilayah ini rentan terjadi pergerakan tanah.

Menurut analisis sementara BPBD, kondisi cuaca yang masih tidak stabil dapat memicu longsor lanjutan. Karena itu, akses warga di sekitar titik longsor dibatasi sementara waktu.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kalau cuaca tidak mendukung, potensi longsor susulan besar sekali,” tutupnya.

Terpisah, mahasiswi Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman angkatan 2022, Dinda (20), menjadi salah satu korban yang terdampak. Motor matic miliknya hancur tertimpa batu besar saat diparkir di depan bangsal.

“Saya kaget, motor itu satu-satunya kendaraan saya untuk kuliah dan bekerja sebagai guru privat. Begitu lihat sudah hancur, saya langsung menangis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, longsor di kawasan itu bukan hal baru.

“Sudah lebih dari lima kali longsor kecil terjadi, tapi baru kali ini yang besar sampai menghancurkan motor dan teras rumah. Ini yang paling parah,” ucapnya.

Dinda berharap pemerintah kota memberikan bantuan nyata kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Kami butuh perhatian, terutama bantuan perbaikan kendaraan dan jaminan keselamatan. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id