Pedagang Pindahan Dari Pasar Pagi ke Pasar Sungai Dama Keluhkan Omset Penjualan Turun Karena Sepi Pembeli

Suasana Pasar Sungai Dama (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pedagang dari Pasar Pagi yang saat ini di relokasi ke Pasar Sungai Dama keluhkan karena omset penjualan yang turun dikarenakan sepi pembeli. Menurut pengakuan dari pedagang, pendapatan dalam sehari cuma hanya Rp 20 ribu saja untuk per harinya.

Dari hasil pantauan lapangan tepatnya di Pasar Sungai Dama, beberapa pedagang hanya menunggu para pembeli dan ada juga yang tertidur dikarenakan tidak adanya pembeli sama sekali.

Salah satu pedagang penjual sayur, Sadinem (48) menceritakan dari hatinya yang paling dalam karena menjadi salah satu pedagang yang direlokasi ke Pasar Sungai Dama, sambil menunggu proyek revitalisasi Pasar Pagi tersebut rampung.

“Jadi yaa begini mas setelah direlokasi ke sini, melemah, jangankan buat membayar angusuran, buat makan juga susah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sadinem sangat membenarkan terkait omset para pedagang yang di relokasi ke Pasar Sungai Dama ini menurun karena sepi pembeli. Padahal, sebelum di relokasi ke sini, penjualan di Pasar Pagi para pedagang bisa mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.

“Benar mas, kami para pedagang yang ada di sini malah sehari malah cuman dapat sekitar Rp 20 ribu saja, terkadang malah tidak ada pembeli sama sekali jadi supaya mencukupi kami urunan buat masak-masak bareng,” ucapnya.

Lanjut, Sadinem mengakui bahwa setelah dilakukannya relokasi dari Pasar Pagi ke Pasar Sungai Dama ini sangat berdampak bagi perekonomian para pedagang

“Jadi untuk Sepinya Pasar Pagi itu masih ada saja yang membeli, sedangkan untuk sepinya di Pasar Suntai Dama ini beul-betul tidak ada yang membeli,” tuturnya.

Terakhir, Sadinem menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, untuk mencarikan solusi agar tempat dagangannya yang berada di Pasar Sungai Dama bisa dikunjungi olah para pembeli.

“Kami memohon agar Pemkot Samarinda agar bisa mencarikan solusi agar pedagang yang di relokasi ke Pasar Sungai Dama ramai di kunjungi oleh pembeli,” pungkasnya.

Hal senada juga diucapkan oleh, Suparti pedagang sembako bahwa penjualan di Pasar Sungai Dama sepi pembeli.

“Sepi pembeli sama sekali, biasa sehari-hari di Pasar Pagi pendapatan kotornya sampai dua juta. Saat ini, di Pasar Sungai Dama sehari palingan kotornya cuma lima puluh saja, bahkan kadang sehari tidak ada yang membeli,” bebernya.

Terakhir, Suparti berharap semoga revitalisasi Pasar Pagi Samarinda agar cepat di bangun kembali dan para pedagang yang di relokasi ke beberapa tempat yang ada di Kota Samarinda bisa kembali ke Pasar Pagi. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id