Lonjakan Pemudik Lebaran di Pelabuhan Samarinda, KM Queen Soya Berangkat dengan Kapasitas Penuh

Kapal KM Queen Soya berangkat dari Pelabuhan Samarinda tujuan Pelabuhan Pare-pare. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Puncak arus mudik di Pelabuhan Samarinda terus mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ribuan pemudik berbondong-bondong menuju kampung halaman, terutama ke Pare-Pare dan daerah sekitarnya. Salah satu kapal yang diberangkatkan hari ini, KM Queen Soya, tercatat mengangkut 1.600 penumpang, bahkan melebihi kapasitas sebanyak 25 orang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Mursidi mengatakan bahwa lonjakan pemudik sudah terlihat sejak beberapa hari lalu.

“Mulai kemarin, jumlah penumpang sudah meningkat sangat signifikan. Hampir semua kursi terisi penuh, dan hari ini kondisinya tidak jauh berbeda. Sejak tadi malam hingga pagi ini, arus keberangkatan sangat padat,” ungkapnya, Rabu (26/03/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa tren peningkatan arus mudik diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

“Kami memperkirakan puncak mudik terjadi pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret. Bahkan, pada tanggal 28 Maret yang seharusnya tidak ada pemberangkatan kapal, kami menambah jadwal keberangkatan untuk mengakomodasi pemudik yang masih tersisa,” tambahnya.

Selain KM Queen Soya yang berlayar hari ini, besok (27 Maret 2025) KM Aditya juga akan diberangkatkan ke Pare-Pare. Kapal ini memiliki kapasitas lebih besar, yaitu 1.800 penumpang, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan.

“Dengan kapasitas yang lebih besar, kami harap bisa mengakomodasi lebih banyak penumpang dan memastikan semua pemudik dapat berangkat tepat waktu,” ujar Mursidi.

Lonjakan jumlah pemudik tahun ini diprediksi meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu, jumlah pemudik melalui pelabuhan ini mencapai 28 ribu orang. Tahun ini kami perkirakan mencapai 29.500 hingga 30 ribu penumpang. Namun, kami masih akan melihat perkembangan beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik, KSOP Samarinda telah menyiapkan tiga kapal utama dan satu kapal tambahan jika terjadi lonjakan penumpang.

“Kami tetap mengandalkan tiga kapal utama, ditambah satu kapal laut cadangan yang bisa digunakan jika diperlukan,” jelas Mursidi.

Selain itu, kapal dari navigasi juga disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua pemudik bisa berangkat dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.

Pihak KSOP juga mengimbau seluruh penumpang agar mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan.

“Kami mengingatkan agar penumpang tidak membawa barang berlebihan dan mengikuti arahan dari petugas kapal demi keselamatan bersama,” tegas Mursidi.

Selain mengatur keberangkatan arus mudik, KSOP Samarinda juga telah menyiapkan strategi untuk menghadapi arus balik pasca-Lebaran. Armada yang digunakan tetap sama, namun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jika terjadi lonjakan penumpang.

“Kami sudah mempersiapkan kapal yang sama untuk arus balik. Jika nantinya ada peningkatan penumpang yang signifikan, kami siap menambah kapal agar semua pemudik bisa kembali dengan aman,” tutupnya.

Tingginya minat masyarakat untuk mudik membuat tiket kapal ludes terjual dalam waktu singkat. Beberapa pemudik bahkan mengaku sudah membeli tiket jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan.

“Saya sudah beli tiket sejak kemarin agar tidak kehabisan. Saya berangkat bersama keluarga ke Pare-Pare, kemudian lanjut ke Toraja untuk berlebaran dengan keluarga besar,” kata Sony, salah satu pemudik.

Namun, ia mengaku tahun ini harga tiket mengalami kenaikan.

“Tahun lalu masih lebih murah, sekarang tiketnya Rp455 ribu. Tapi tidak apa-apa, yang penting bisa pulang,” singkatnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version